Kamis, 16 September 2010

ANDAI NABI NAMBAH SATU : Gado-Gado Perjalanan Haji

1. WINE SIR ?

Memasuki pesawat segera terasa suasana yang sangat berbeda dengan penerbangan pada umumnya. Kami melihat pramugari Garuda berkerudung, tersenyum, kemudian mengangguk sambil menyapa : “ Assalamu’allaikum pak Haji !”
“ Saya belum haji, mbak ” jawabku
“ Oh iyahhhh …… ?“
Bagaimana yah kalau terbang dengan maskapai lain yang pramugarinya berpakaian ketat atau “sopan” alias sobek di depan ?
“ Astagfirullah Aladzim kok pikiran jadi ngelantur begitu” aku berguman.
Fasten Your Seat Belt ! Kencangkan sabuk pengaman karena pesawa akan segera tinggal landas. “ Bismillahir rahmanir rahim, berilah keselamatan dalam perjalanan ini ya Allah, kami memenuhi panggilan – MU”.
Sholat Magrib dan Isya akan dilaksanakan secara berjamaah, kami diminta segera berwudhu dengan tayamum. Akan sangat panjang antrian di depan toilet kalau saja harus berwudhu dengan air. Selain itu, air tentunya perlu dihemat untuk penerbangan jarak jauh non stop Jakarta - Jeddah.
Adzan dikumandangkan dan dilanjutkan dengan iqamah. Imam tidak minta untuk merapatkan dan meluruskan barisan (shaf) untuk shalat berjamaah ini, karena deretan kursi sudah rapat dan lurus. Demikian juga dengan arah sholat, penerbangan menuju Jeddah jadi sudah menghadap kiblat di Makkah. Teringat pengalaman melaksanakan survei di Selat Sunda pada bulan Ramadhan tahun 1993 dengan Kapal Riset Baruna Jaya, dimana saat akan melaksanakan Sholat Tarawih kapal perlu dihadapkan ke arah barat terlebih dulu.
Sebagian besar jamaah yang berangkat terdiri dari pasangan suami isteri (pasutri), sehingga tempat duduk di deretan tengah yang terdiri dari empat kursi akan diisi oleh dua pasutri, pemandangan yang hampir tidak mungkin ditemui pada penerbangan biasa. Walaupun ini penerbangan ke luar negeri, penumpang tidak mungkin ditawari Whisky, Wine, atau Bir !
“ Bapak mau minum apa ?”
“ Zamzam, please !” jawabku
“ Maap, tidak ada pak, adanya soft drink, jus, aqua, teh atau kopi ?”
“ Kenapa tidak ada ?” gurauku
“ Kita baru berangkat untuk mengambilnya pak “, pramugari tahu kalau permintaan saya hanya basa basi tapi kalau memang disediakan INI BARU PENERBANGAN HAJI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar