Sabtu, 25 September 2010

KEROPAK ZIG ZAG

ANDAI NABI NAMBAH SATU :Gado-gado Perjalanan Haji



8. KEROPAK ZIG ZAG

Sudah merupakan keharusan imam meminta meluruskan dan merapatkan shaf sebelum sholat dimulai. Namun di Masjidil Haram setiap kali sholat 5 waktu tidak ada perintah meluruskan shaft karena Kabah sebagai kiblat ada di tengah-tengah masjid. Di lantai marmer putih terlihat jelas garis berbentuk elips yang merupakan patokan pembentuk shaf.
Keropak ? wah, tidak pernah ditemukan ada keropak berjalan, keropak di toilet atau di pintu masuk masjid seperti lazimnya di Indonesia. Pernah saya menyaksikan setelah selesai sholat ada dua orang cacat tangan dan kakinya (tapi masih bisa berjalan) menerima sodaqoh dari jamaah. Mereka seperti keropak berzigzag menghampiri jamaah yang merogoh sakunya untuk bersedekah.
Mata mereka melihat sekeliling, selain menditeksi calon dermawan juga tercermin rasa ketakutan dilihat askar atau petugas masjid. Jamaah dari Indonesia paling dermawan, mereka sering memberi sodaqoh kepada pengemis dan juga petugas kebersihan (cleaning service) di masjid. Memang ada larangan untuk mengemis di lingkungan masjid, tetapi tidak ada larangan untuk memberi sodaqoh kan ?


9. HAJI TARIK

“ Tarik ! tarikkkkk !! “ teriak seorang askar kepad askar yang lainnya. Terdengar mereka bercakap dalam bahasa Arab. Sebentar kemudian dia berteriak lagi,
” Tariiiiik !!! tarik ! “. Semula saya mengira memanggil askar yang bernama Tarikh. Tapi kemudian dia masih teriak : “ Haj,…. Hajji !!! …. Tarik ! tariiiik !! “ lagi kepada jamaah yang berdiri di dekatnya sambil menyibakan tangannya menyuruh jamaah untuk minggir.
Tak lama berselang ada usungan jenazah lewat, ah …. rupanya askar meminta yang mengusung jenazah itu untuk terus maju. Dan meminta jamaah untuk memberikan jalan.
Jenazah yang disholatkan jamaah Masjid Haram biasanya dimakamkan di Ma’la lengkapnya bernama Jannatul Ma’la yang berlokasi sekitar 600 meter sebelah utara masjid. Aktivitas pemakaman pada musim haji kabarnya siaga selama 24 jam penuh, karena jamaah haji yang meninggal akan dikuburkan disitu.
Pekuburan Ma’la adalah maqom keluarga besar Bani Hasyim, nenek moyang Nabi Muhammad SAW. Disinilah Siti Khadijah, isteri nabi dimakamkan, juga kakeknya Abdul Muthalib. Menurut cerita setidaknya ada 45 sahabat nabi yang dimakamkan dipekuburan Ma’la ini. Menurut Hadist Riwayat Abu Hafs, Rassulullah pernah bersabda bahwa Allah akan menjamin 70 ribu orang dari pekuburan ini masuk surga tanpa hisab, setiap orang dari mereka dapat membawa 70 ribu orang lagi, jadi 4900 juta alias 4,9 milyar. Pantaslah kalau ada kepercayaan di lingkungan jamaah haji dari Indonesia terutama yang sudah tua renta rela meninggal pada saat melaksanakan ibadah di kota suci Makkah ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar