ANDAI NABI NAMBAH SATU : serial Gado2 Perjalanan Haji
Orang Arab paling doyan raba meraba apalagi kalau melihat yang menonjol langsung diremas, mereka melakukan itu di Masjidil Haram. Jangan buruk sangka dulu, karena urusan raba meraba itu merupakan tugas rutin petugas alias askar, mereka memeriksa setiap jamaah yang masuk masjid. Kamera dan HP berkamera tidak boleh dibawa masuk, karena ada larangan mengambil foto di lingkungan masjid. Bawa barang yang jumlah maupun bentuknya gede juga tidak diperbolehkan karena masjid bukan tempat menyimpan barang dagangan. Kalau barang bawaan anda banyak dapat ditipkan di tempat penitipan barang (locker) yang lokasinya di halaman depan masjid, dijamin aman karena dijaga petugas.
Pemeriksaan jamaah wanita dilakukan oleh wanita berbaju hitam dan bercadar ala ninja, yang terlihat hanya matanya yang besar dan hitam. Di tanah air kita banyak mendengar lelaki yang berpakaian wanita sembunyi di toilet wanita mengincar korban untuk melampiaskan birahinya bahkan tega membunuh setelah hajatnya terpenuhi. Ketakutan yang sangat tidak beralasan karena orang Arab tidak berani melakukan perbuatan tercela di sekitar tempat ibadah seperti Masjid Haram.
Setiap kali pergi ke masjid saya membawa tas berisi sajadah dan kantong plastik pembungkus sandal jepit. Setiap kali melalui pintu masjid selalu saya perlihatkan isi tas kepada petugas sebelum dia meminta untuk membukanya. Suatu kali setelah memperlihatkan isi tas, seorang petugas mengatakan sesuatu, karena tidak paham bahasa Arab sayapun bertanya :
“ Pardon Me ?”
“ Wellcome brother !” jawabnya sambil mempersilahkan saya terus masuk kedalam. Giginya yang putih dan senyumnya yang tulus membahagiakan perasaan pada dini hari yang sangat dingin itu. Sejak saat itu kalau kebetulan dia yang bertugas di pintu yang biasa saya lewati, tasku tidak pernah diperiksa lagi. Suatu hari saya terkejut ketika menyadari ada kamera di dalamnya, tapi ketidak sengajaan ini tidak saya manfaatkan untuk mengambil foto di dalam masjid.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar