Kamis, 12 Januari 2012

Tahun 2012 Pemerintah Harus Menyelesaikan 16 Peraturan Perundangan


Pembahasan RUU BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) yang cukup melelahkan dan mengundang berbagai tanggapan dari masyarakat akhirnya bisa diselesaikan dan diundangkan pada masa akhir persidangan DPR tahun 2011. UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS menyisakan pe-er yang cukup berat untuk mentransformasi PT Askes dan PT Jamsostek menjadi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Selain itu sebanyak 16 peraturan pelaksanaan untuk beroperasinya BPJS perlu segera disiapkan oleh Pemerintah. Rakor Tingkat Menteri yang membahas tindaklanjut UU BPJS telah digelar di Kementerian Kesehatan pada hari Selasa tanggal 10 Januari 2011 dan dipimpin oleh Bapak Menko Kesra.
Beberapa keputusan Rakor telah diambil antara lain adalah dibentuknya Tim Perumus yang akan menyiapkan draft rancangan Peraturan Pemerintah, Peraturan dan Keputusan Presiden. Wakil Menteri Kesehatan ditunjuk sebagai Ketua Tim untuk menyiapkan perangkat peraturan yang terkait dengan BPJS Kesehatan, dan Sekjen Kementerian Nakertrans untuk yang terkait dengan BPJS Ketenagakerjaan. Kedua Kementerian itu juga diminta untuk memberikan supervisidalam proses transformasi PT Askes dan PT Jamsostek. Transisi penyerahan kepesertaan Jamkesmas yang selama ini dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan diharapkan selesai pada tahun 2013. Selain itu dari sisi suplai, Kementerian Kesehatan akan menyiapkan rencana dukungan fasilitas kesehatan serta tenaga medis guna terlaksananya tugas BPJS Kesehatan menuju universal coverage.
Rancangan peraturan untuk pelayanan kesehatan tertentu bagi anggota TNI dan POLRI akan dimintakan masukan dari Kementerian Hankam. Rancangan peraturan yang sudah lama disiapkan tentang Penerima bantuan Iuran dan Jaminan Kesehatan, akan disempurnakan kembali oleh Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, TNP2K, dan DJSN. Kementerian Hukum dan HAM diminta untuk meninjau kembali jumlah peraturan yang harus disiapkan sesuai dengan substansi dan muatan materinya. Kalau jumlahnya bisa lebih disederhanakan kita berharap target penyelesaian tahun ini bisa tercapai.

Senin, 09 Januari 2012

Jusuf Kalla : Lebih Cepat Lebih Baik


Musim kemarau tahun 2003 terjadi kebakaran hutan di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Rapat Koordinasi Tingkat Menteri digelar di Kantor Menko Kesra dan dipimpin langsung Bapak Jusuf Kalla.
Pak Menko mempersilahkan Menteri Lingkungan Hidup (Nabiel Makarim) untuk menjelaskan kondisi kebakaran saat ini. ” Pantaun satelit NOAA terditeksi sekian ratus titik api di Sumatera dan Kalimantan. Kabut asap yang meliputi beberapa kota mengakibatkan lumpuhnya transportasi udara dan darat, masyarakat terganggu kesehatannya dan sudah timbul gejala penyakit ISPA. Kita sudah mendapat komplain dari negara tetangga ”, dengan tenang pak Nabiel menjelaskan titik api pada foto citra satelit. Paparan selanjutnya dari Kepala BMG (Sri Woro Budiati) tentang laporan cuaca dan prediksi cuaca sampai akhir tahun. ” Menurut perkiraan ini akhir musim kemarau, beberapa wilayah di Sumatera kemungkinan mulai hujan bulan depan ”, yang langsung ditimpali Menko : ” Jadi kebakaran masih tetap terjadi kalau belum ada hujan. Pak Menhut, bagaimana upaya pemadaman dan penindakan hukum terhadap penyebab kebakaran ?”. Menteri Kehutanan menjelaskan bahwa penyebab kebakaran yang terjadi setiap tahun adalah pembukaan lahan baik oleh petani tradisionil maupun pemilik HPH. Memang pembukaan lahan dengan cara pembakaran merupakan cara termudah dan termurah. Sangat sulit untuk penindakan secara hukum karena kesulitan pada pembuktian. Pak Menko : ” Oke, untuk penegakan hukum dan cara-cara insentif pencegahan kita rapatkan tersendiri, sekarang kita fokus kepada upaya pemadaman”.
Mata pak Kalla beralih ke tempat duduk Menristek/Ketua BPPT : ” Dari kondisi cuaca saat ini BPPT siap laksanakan hujan buatan ?”. Menristek menjelaskan peluang membuat hujan dan meminta waktu 5 hari untuk persiapan bahan dan pesawat. Bagus ! kata pak Kalla dengan senyum khasnya, ” berapa lama diperlukan operasi hujan buatan ? dan berapa biayanya ?”. Sampai awal musim hujan sesuai perkiraan BMG, sekita 20 hari dan satu hari biayanya 200 juta rupiah, jawab BPPT. Pak Kalla mengusap dagunya, ” Jadi perlu dana 4 milar rupiah untuk operasi 20 hari di Sumatera dan Kalimantan. Pak Menteri PU kan ada dana untuk kekeringan ?”. Ada pak Menko, sebagian kecil sudah digunakan untuk pembelian mobil tangki air, sisa anggaran mungkin tidak mencapai 4 milyar pak, nanti kami laporkan segera jumlahnya, jawab pak Menteri sambil menengok kebelakang dimana disitu duduk Dirjen Pengairan.
Pak Kalla menegakan duduknya, ” Ada usul lain dari para Menteri ? Kita laksanakan hujan buatan segera ?” Usul dan saran disampaikan para menteri, semuanya mendukung tindak cepat mengatasi kebakaran hutan. Kesimpulannya minggu depan BPPT mulai laksanakan hujan buatan di kedua wilayah, tahap pertama selama sepuluh hari dulu nanti dievaluasi untuk tahap kedua. Dana dari PU, LH dukung informasi lokasi titik api dan advokasi kepada pemerintah negara tetangga yang terkena dampak asap.  BMG terus update perkembangan cuaca dan konsolidasi pelaksanaan di lapangan dengan BPPT. Kehutanan terus upayakan pemadaman lokal di daratan,  perusahaan HPH diminta untuk bantu pemadaman. Peserta rakor : ”siaaappppp ”.
Rakor selesai dalam waktu satu setengah jam !

***

Setelah kebijakan penyesuaian (kenaikan) harga BBM, pemerintah meluncurkan PKPS BBM (Program Kompensasi Pengurangan Subsidi Bahan Bakar Minyak) yang antara lain terdiri dari Raskin, Air Bersih, Keluarga Berencana, Bantuan Permakanan untuk Panti, dll. Rakor PKPS BBM secara rutin dilaksanakan di Kemenko Kesra untuk mengevaluasi relisasi pelaksanaan serta kendalanya. Ada capaian yang dinilai Menko terlalu lambat sehingga Deputi I diminta untuk membuat surat kepada para menteri yang bersangkutan. Disposisi Deputi memerintahkan saya untuk membuat konsep, keesokan harinya saya dipanggil menko.

Menko : ” Kamu yang menyiapkan konsep surat ini ?’
Saya : ” Betul pak Menko ”.
Menko : ” Yang tanda tangan ini kan saya sebagai menko, jadi pak Adang kalau bikin surat saya harus berfikir dan menempatkan diri sebagai menko yah !”
Saya : ” Siap pak Menko ”.
Pak menko kemudian menujukkan koreksi surat ” kami mohon kiranya Bapak Menteri untuk mempercepat realisasi pelaksanaan program PKPS-BBM” , menjadi ” kami minta Saudara Menteri segera mempercepat realisasi pelaksanaan program PKPS-BBM”. 
Jusuf Kalla (9 Agustus 2001 – 22 april 2004; Kab. Gotong royong)

***

Bulan Januari Raskin Disalurkan Dua Bulan

Jakarta, 9 januari 2012. Masyarakat miskin akan menerima Raskin sebanyak 30 kg pada bulan Januari ini. Rakor Tingkat Menteri yang membahas Program Penanggulangan Kemiskinan pada hari Kamis tanggal 5 Januari 2012 itu antara lain memutuskan percepatan penyaluran Raskin untuk bulan Januari dan Februari disalurkan sekaligus pada bulan Januari ini. Tidak kurang dari 500 ribu ton Raskin akan disalurkan untuk masyarakat miskin di seluruh Indonesia. Selain membantu mengurangi pengeluaran Rumah Tangga Sasaran (RTS), kebijakan inipun diharapkan dapat menahan kecenderungan kenaikan harga beras yang biasanya naik tajam di awal tahun. Harga beras setara kualitas Raskin di pasaran berkisar antara 7 sampai 8 ribu rupiah per kilogram, dan 30 persen pengeluaran rumah tangga miskin adalah untuk kebutuhan pangan.
Pemberitahuan mengenai percepatan penyaluran Raskin sudah disampaikan kepada para Gubernur seluruh Indonesia melalui surat Deputi Menko Kesra Bidang Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat pada tanggal 6 Januari 2012. Adang Setiana menjelaskan bahwa  jumlah sasaran penerima Raskin tahun ini sama dengan tahun 2011 yaitu sebanyak 17,5 juta RTS. Nama dan alamat penerima Raskin untuk bulan Januari sampai Mei tetap menggunakan data RTS hasil PPLS 2008, sedangkan untuk bulan Juni sampai Desember akan menggunakan data hasil PPLS 2011. Sebagaimana diketahui bahwa mulai tahun ini Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) mulai menerapkan sistem unifikasi data sasaran Program Penanggulangan Kemiskinan. Sosialisasi hasil PPLS 2011 akan segera dilaksanakan oleh TNP2K bersama dengan Kementerian terkait pada bulan mendatang agar perubahan data sasaran tidak menimbulkan masalah di lapangan pada saat penetapan penerima berbagai program seperti Raskin, Jamkesmas, PKH, dll.

Selasa, 13 Desember 2011

NEHI, NEHI BOLLYWOOD


 Kalau ingat India pasti terbayang bintang Bollywood yang cantik dan seksi, dan itu yang kita bayangkan ketemu setiap hari kalau berada di India. Kesimpulan akhir dari tiga kali kunjungan ke India adalah, yang cantik dan seksi itu hanya ada di film India dan di Bolywood ! Kunjungan pertama ke India bulan Maret 2001 menghadiri sixth annual working group meeting dan pameran tentang pencegahan bencana di Ahmedabad. Rombongan kami hanya bertiga  bersama pak Krisna Pribadi dan ibu Wiwi dari ITB yang menangani Asian Urban Disaster Mitigation Project dari ADPC. Kunjungan kedua bersama delegasi DJSN pada bulan Nopember 2009 mengenai jaminan sosial dan kunjungan terakhir pada buan Februari 2010 menghadiri pertemuan JLN (Joint Learning Network) menuju Jaminan Kesehatan Semesta bersama pak Ascorbat Gani (UI), pak Donald (Kemenkes), Ibu Tianggur dan ibu Atikah dari DJSN.

            Kita harus belajar banyak dari kawan di India untuk berbicara menarik   dan mempesona di depan umum ketika memberikan presentasi. Selain modal bahasa Inggris yang sangat cukup, merekapun pada umumnya sangat piawai membuat bahan presentasi yang tidak membosankan. Kalau soal suasana masyarakat dan lingkungan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan Indonesia, banyak kemiripan dengan kita yang berpenduduk banyak dan banyak yang masih bergelut dengan kemiskinan. Karena itu ketika diterima oleh bapak Dubes Andi Ghalib di KBRI, beliau sempat bergurau :” surprise sekali bapak bapak mau berkunjung ke India ... ”. Tentunya guraan beliau ini mengandung banyak makna, tetapi yang kami sukai dari beliau (terima kasih untuk sarapan pagi menu Indonesia yang disiapkan ibu Dubes) dengan rendah hati berkata :” saya ini duta besar, tapi yang berkuasa penuh adalah isteri saya ”. Wah, begitu agungnya beliau menempatkan dan menyenangkan sang isteri dihadapan para tamu.

Pada kunjungan tentang JLN, kami berada di sebuah desa yang jaraknya dua jam perjalanan dari New Delhi. Kami diperlihatkan bagaimana masyarakat mengantri untuk mendapatkan kartu peserta jamkes. India terkenal dengan kemampuan menerapkan teknologi sederhana dan kami diberi demonstrasi bagaimana data orang miskin bisa diakses di daerah terpencil, serta dicetak kartunya dengan portable printer buatan india (kualitas kartu sangat baik seperti kartu ATM). Ketika kunjungan selesai beberapa diantara kami perlu untuk pergi ke toilet sebelum menempuh perjalanan jauh kembali ke New Delhi. ” Yes, okey please follow me ” kata petugas di desa sambil menunjukkan gedung sekolah di sebelah. Sampai disitu kami bingung mana toiletnya ? Eh, ternyata dia menunjuk ke lokasi di bawah pohon, mana bau tinja lagi !

Senin, 12 Desember 2011

Belajar dari Pak Haryono Suyono



Age is only a number, a chipper for the records. A man can not retire his experience. He must use it (Bernard Baruch).

Ingat KB ingat pak Haryono Suyono, beliau adalah pejabat yang berhasil mensukseskan program keluarga berencana di tanah air. Keahlian komunikasi dengan berbagai kalangan termasuk tokoh agama telah membuat negara kita jadi percontohan internasional untuk pelaksanaan keluarga berencana.
Di mobil dinas beliau tergantung hiasan tokoh Batara Kresno, bagi peminat cerita wayang pasti tahu siapa tokoh Kresna ini. Barangkali ini personifikasi beliau terhadap tokoh pewayangan yang terkenal arif, berani dan menentukan jalannya cerita karena keahlian strateginya. Saya sering ditugaskan pak Burhanuddin, Asmenko V yang juga merangkap sebagai Sekretaris Bakornas PB, untuk mendampingi beliau kalau ada tamu urusan bencana. Koordinasi penanganan dan penanggulangan bencana secara rutin dilaksanakan Pak Haryono yang melibatkan 17 departemen terkait, melebihi jumlah departemen yang secara fungsional menjadi kewenangan Menko Kesra.
Ketika sudah tidak lagi menjabat sebagai menteri, beliau aktif di organisasi sosial termasuk DNIKS, Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial, sebuah LSM yang aktif mewakili Indonesia di forum ASEAN Social Welfare Development. Disinilah kekaguman saya terhadap sosok Haryono Suyono semakin bertambah. Tidak saja karena kepiawaiannya berdiplomasi, kepandaiannya mengutarakan gagasan, tetapi juga kerendahan hati setelah tidak menjadi pejabat tinggi di pemerintahan.
Semuanya di luar dugaan ! Bagaimana beliau menempatkan diri ketika saya menjadi ketua DELRI pada berbagai pertemuan ASEAN itu. Tidak ada sedikitpun kesan memandang saya sebagai bekas stafnya pada saat sidang maupun acara sosial seperti pada jamuan resmi dinner. Itulah yang membuat saya risih sebagai orang timur ! bagaimana sosok sekaliber dan sehebat beliau menempatkan dirinya.

***

“ Saya minta soft copinya ya !” perintah pak Haryono ketika saya menyerahkan hard copy konsep pidato Menko untuk peringatan “Decade of Disaster Preparadness”. Keesokan harinya saya diberikan copy pidato beliau untuk acara tersebut, saya baca, “ Oh, my God ! this is a brilliant speech I ever read. Menakjubkan ! bagaimana butir-butir yang telah saya siapkan menjadi sebuah pidato yang sangat mengalir, bermakna dan memiliki kejelasan pesan yang mempesona. Kalau sekarang saya bisa menyiapkan bahan pidato menteri yang dianggap “cukup layak”, dari beliaulah saya belajar membuat pidato tersebut. Terima kasih bapak untuk pelajaran yang sangat berharga, selain juga pelajaran bagimana harus bersikap ketika kita sudah purna tugas.

Prof. Dr. Haryono Suyono adalah Menko Kesra (Januari 1998 – 21 Mei 1998/ Kabinet Pembangunan VII dan 21 Mei 1988 – 1999/ Kab Reformasi Pembangunan).

Stok Beras Cukup



 Deputi Menko Kesra Bidang Perlindungan Sosial dan Perumahan Rakyat, Rabu (7/12) mengecek stok raskin di beberapa gudang Bulog yang ada di Jawa Tengah.
Di Demak, stok beras dinyatakan mencukupi untuk keperluan penyaluran hingga Maret 2012. Selain memastikan kualitas beras yang akan disalurkan juga secara random memastikan beras untuk kemasan 15 kg tepat jumlahnya.
Beras yang tersedia di Demak merupakan hasil pengadaan lokal pada pertengahan tahun ini, sehingga kualitas beras raskin masih baik.
Dalam pertemuan dengan penerima manfaat raskin yang juga dihadiri pejabat pemkab Demak, mereka mengutarakan harapannya untuk segera menerima raskin ke-13 karena jatah raskin Desember sudah mereka terima pada bulan lalu.
Mereka juga menyampaikan bahwa raskin sangat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga walaupun jumlah yang mereka konsumsi setiap bulan sebanyak 45 kg. Dari pengakuan yang disampaikan tercatat bahwa hampir semuanya yang hadir merupakan peserta Jamkesmas, dan sebagain merupakan penerima BLT pada 2004.
Bagian Perekonomian Pemda melaporkan bahwa Kabupaten Demak belum tersentuh Program Keluarga Harapan (PKH), dan berharap pada tahun yang akan datang bisa masuk salah satu kabupaten penerima PKH.

Senin, 05 Desember 2011


AMAZING THAILAND


Thailand adalah negara yang sering dikunjungi karena disinilah UN Regional Office untuk wilayah Asia, negara yang aktif menyelenggarakan pertemuan ASEAN, dan juga negara yang berhasil melaksanakan jaminan sosial khususnya jaminan kesehatan semesta. Sebagai Negara kerajaan, Thailand memiliki berbagai proyek kegiatan penanggulangan bencana dan pengentasan kemiskinan dengan label King’s Project semacam Inpres di kita. Infrastruktur jalan cukup bagus bahkan sampai ke desa-desa yang menunjang sebagai Negara tujuan wisata dan pertanian. Kita mengenal makanan khas Thailand seperti Tom Yang dan sea food, juga buah-buahan yang segar dan enak sehingga terkenal durian Bangkok sampai2 utk soal buah ini semuanya seolah berasal dari Bangkok, jambu Bangkok, papaya Bangkok, wah !

Pada saat mengikuti kursus penangulangan bencana, kami diberi waktu untuk berekreasi ke Pantai Pataya yang terkenal itu. Rombongan kami yang terdiri dari wakil Negara Asia berekreasi di pantai pataya, selain cabaret show yang terkenal itu (karena pria cantik yang ditampilkan) kami sempat berjalan di pantai. Seperti biasanya banyak pedagang asongan cindera mata. Salah seorang peserta dari Negara sahabat yang berbintang dua mengusir pedagang tersebut. Apa jawabannya ? si pedagang dengan garang menjawab sambil marah : “ this is my country, you can not rude like this to me !”. Wah berani juga pedagang asongan marahin jenderal !